Showing posts with label Orgasme. Show all posts
Showing posts with label Orgasme. Show all posts

Sebetulnya Inilah Yang Perlu Dilakukan Pria Agar Terhindar Ejakulasi Dini

Salah satu hal yang cukup ditakuti oleh laki-laki ketika diranjang adalah mengalami ejakulasi dini. Tapi kondisi ini bisa dihindari dengan melakukan beberapa hal berikut ini.

Ejakulasi dini adalah suatu kondisi yang mana ejakulasi terjadi terlalu dini biasanya sebelum, pada saat atau segera setelah penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina).

Kondisi ini bisa menimbulkan masalah pada hubungan pasangan suami istri karena dapat menimbulkan rasa tidak puas atau kesal dari perempuan. Hal ini muncul karena ejakulasi terjadi sebelum perempuan mencapai orgasme.

Gangguan ini bisa semakin kuat jika disertai dengan adanya perasaan cemas atau stres misalnya takut pasangan hamil, cemas akan penampilan atau ada tekanan yang dirasakannya.

Selain akibat faktor psikologis, ada juga faktor fisik yang terlibat dalam gangguan ini seperti peradangan kelenjar prostat atau kelainan sistem saraf. Jika penyebabnya ini maka diperlukan bantuan dokter untuk menangani kondisi yang mendasarinya.

Para ahli menuturkan ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghindari terjadinya ejakulasi dini, seperti dikutip dari Timesofindia, yaitu:
  1. Mencoba untuk lebih sadar dengan tubuh sendiri dan bagaimana meresponsnya selama berhubungan seks. Kondisi ini bisa mempertahankan gairah seks mulai dari terangsang sampai ejakulasi.
  2. Cobalah ambil napas dalam-dalam, hal ini bisa membantu mengganggu respons atau mengurangi stres yang dialami sehingga bisa lebih santai atau rileks.
  3. Saat berhubungan seks aktifkan seluruh tubuh dan jangan hanya terfokus pada organ genital saja, gunakan belaian dan sentuhan manis untuk memperpanjang rangsangan.
  4. Lakukan foreplay yang cukup dan tidak terburu-buru melakukan penetrasi. Selain bisa menyenangkan pasangan, hal ini juga bisa membuat laki-laki bertahan lebih lama di tempat tidur.

READ MORE - Sebetulnya Inilah Yang Perlu Dilakukan Pria Agar Terhindar Ejakulasi Dini

Inilah Manfaat lain Orgasme pada Pria

Sebuah studi baru mengatakan bahwa, pria yang sering orgasme cenderung memiliki risiko kanker prostat lebih rendah dibanding pria yang jarang mencapai klimaks. Meskipun belum jelas mengapa keduanya terkait, namun diharapkan penelitian ini akan memberi titik terang di masa depan.

Salah satu teori dalam penelitian ini mengungkapkan bahwa, ejakulasi secara teratur dapat meningkatkan peluang untuk membersihkan gen penyebab kanker tertentu. Selain itu, ketika sel-sel baru diproduksi setelah sperma ejakulasi, penumpukan sel tua dan sel-sel kanker dapat dikeluarkan. Prostat terletak dekat di daerah pribadi pria yang menghasilkan cairan yang akan dikombinasikan dengan sperma

Sebagai bagian dari studi ini, peneliti mengamati hampir 30 ribu pria di atas usia 45 tahun. Hasil mengklaim bahwa mereka yang ejakulasi lebih dari 30 kali dalam sebulan berhasil meminimalkan risiko kanker setidaknya 20 persen.

Berikut adalah manfaat lain dari orgasme selain mengurangi risiko kanker prostat pada pria.

1. Mengurangi stres

Orgasme bisa mengurangi stres dan membuat pikiran lebih santai. Lebih baik Anda mengalihkan stres yang tidak sehat dengan hubungan seksual.

2. Meningkatkan konsentrasi

Setelah selesai orgasme, Anda akan lebih fokus dalam melakukan pekerjaan karena tingkat kognitif meningkat.

3. Menyembuhkan insomnia

Orgasme dapat membuat seseorang menghilangkan insomnia bila dibandingkan dengan meminum alkohol.

4. Mencegah depresi

Sebuah studi mengungkapkan bahwa kegiatan aktif di tempat tidur dapat mengurangi risiko depresi. Hal ini terkait dengan hubungan asmara dapat meningkatkan suasana hati.

5. Penawar rasa sakit

Sebuah studi mengungkapkan bahwa orgasme bisa dijadikan penawar rasa sakit. Faktanya, mereka yang menderita arthritis atau radang sendi merasa lega untuk beberapa waktu setelah orgasme.

6. Memperpanjang umur

Banyak studi telah membuktikan bahwa kehidupan yang aktif di tempat tidur dapat memperpanjang umur pria. Pria dengan sistem reproduksi yang aktif hidup lebih lama dan lebih sehat.

7. Merasa selalu muda

Orgasme membuat Anda bahagia dan melepaskan beberapa perasaan kimia yang baik sehingga Anda terlihat lebih bersinar, bahagia, dan lebih muda daripada umur yang sebenarnya jika Anda sering menikmati kebahagiaan tersebut.

READ MORE - Inilah Manfaat lain Orgasme pada Pria

Inilah Perbedaan Orgasme Pria dan Wanita

Orgasme adalah titik puncak kenikmatan dalam berhubungan seksual yang berkaitan dengan sisi psikologis dan syaraf manusia. Orgasme pada pria biasanya terjadi dalam waktu yang relatif lebih lama, baik dalam pencapaiannya maupun pengakhirannya, jika dibandingkan dengan orgasme wanita. Oleh karena itu, wanita cenderung mampu memiliki orgasme lebih dari satu kali dalam satu kegiatan seksual..

Nah berikut ini dapat dilihat dan dipelajari seluk-beluk orgasme dalam perbedaan antara pria dan wanita. Siapa yang lebih cepat orgasme? Dia atau kita? Coba cari tahu jawabannya di antara 61 fakta berikut.
  1. Perempuan butuh 20 menit untuk turn-on? Not exactly. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di McGill University, Kanada, gairah kita bisa naik hanya dalam waktu 11-12 menit saja! Wow!
  2. Di Uganda, kaum perempuan dewasa gemar mengolesi area klitoris mereka dengan sejenis ramuan herbal agar penampilannya terlihat lebih 'menggoda'.
  3. Menurut survei yang dilakukan Masters dan Johnson, Amerika, sebanyak 1% perempuan yang jadi obyek penelitian mampu mengalami orgasme berganda yang hanya dipicu oleh rangsangan pada payudara.
  4. Seorang pria menghasilkan 3 juta sel sperma baru setiap 1 jam selama hidupnya.
  5. Kebanyakan pria mengalami 5 orgasme dalam waktu enam menit setelah terjadi penetrasi.
  6. Aroma mirip'cairan pemutih kain' yang berasal dari sperma disebabkan oleh cairan pembunuh kuman alami yang terdapat di dalamnya.
  7. Kondom bisa bertahan selama sebulan dalam dompet sebelum bahan elastisnya menjadi mulur karena terkena suhu tubuh, dan membuatnya mudah sobek.
  8. Perempuan mencapai puncak seksualitasnya pada usia 30-an dan kaum lelaki pada akhir usia belasan.
  9. Rata-rata, kaum lelaki memikirkan seks setiap tujuh menit. Jumlah itu bisa bervariasi tergantung pada usia dan derajat kesibukan sehari-hari.
  10. Manusia dan lumba-lumba adalah dua jenis makhluk hidup yang mampu menjadikan aktivitas seksual sebagai semacam sarana rekreasi, bukan semata-mata kebutuhan untuk berkembang biak.
  11. Meski tidak terlalu direkomendasikan, vaginoplasty adalah jawaban bagi Anda yang terobsesi untuk tetap memiliki selaput dara sebelum menikah.
  12. Memakai dua kondom sekaligus = seks aman? Salah besar! Kedua kondom akan saling bergesekan hingga mengakibatkan keduanya sobek!
  13. Lubang Miss V diciptakan sedemikian lentur dan fleksibel sehinga bisa menerima Mr. P berukuran "extra".
  14. Sejumlah ahli percaya bahwa cairan sperma mengandung sejenis senyawa yang mampu mengubah mood perempuan menjadi lebih baik.
  15. Pupil mata yang membesar adalah tanda alamiah yang mampu memacu gairah bercinta pasangan.
  16. Lubrikasi kurang? Minum saja banyak air putih. Pasalnya, fluktuasi hormon estrogen bisa membuat kadar air di dalam tubuh Anda tidak seimbang. Tubuh yang kekurangan cairan bisa menyebabkan minimnya lubrikasi.
  17. Puting payudara pria juga sensitif, lho! Jadi jangan ragu untuk mengeksplorasi daerah ini kala bercinta.
  18. Orgasme membuat darah mengalir lebih cepat ke seluruh tubuh sehingga bisa memperbaiki metabolisme tubuh dan membuat kulit tampak bercahaya.
  19. Selama melakukan hubungan seks, udara terdesak masuk kedalam Miss V dan menimbulkan suara atau istilah populernya sex-fart.
  20. Siapa bilang mimpi basah hanya dialami pria? Perempuan juga dapat mengalami mimpi erotis seperti lelaki, yang dinamakan sebagai 'orgasme noktural'.
  21. Saat bercinta, tubuh melepaskan hormon endorfin ke dalam aliran darah. Hormon tersebut mampu memicu perasaan gembira dan membuat Anda merasa lebih baik. Itu sebabnya seks bisa menjadi obat manjur untuk mengatasi depresi ringan.
  22. Menurut sejumlah pakar kesehatan, seks adalah obat penenang paling aman di dunia. Khasiat nya bahkan lebih efektif 10 kali lipat dibandingkan bila Anda menenggak Valium.
  23. Aktivitas seksual yang sehat adalah obat anti alergi alami yang mampu meringankan gejala asma melonggarkan hidung yang tersumbat karena flu.
  24. Tubuh yang aktif secara seksual akan memancarkan senyawa pheromone. lni adalah 'parfum alami' pemicu gairah seks yang bisa membuat lawan jenis tertarik pada Anda.
  25. Setelah mencapai klimaks, laki-laki membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk relaks sejenak dan 'bangkit' kembali.
Selanjutnya mari kita lihat beberapa gangguan seksual dan beberapa kiat yang bisa mencegah gannguan seksusl tersebut pada pria dan wanita sebagai berikut :Fungsi seksual, menurut pakar seksologi Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, Sp.And, FAACS dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Bali, dipengaruhi oleh faktor fisik dan psikis. Kalau kedua faktor ini baik, fungsi seksual juga baik.

Yang dimaksud dengan faktor fisik adalah ada tidaknya penyakit, pola hidup sehat, atau ada tidaknya pengobatan yang didapat untuk mendukung fungsi organ tubuh. Sementara itu, faktor psikis misalnya stres, kejenuhan, dan suasana hubungan pribadi dengan pasangan.

Nah, apa saja gangguan seksual yang kerap terjadi?

1. Pada wanita:

- Gangguan dorongan seksual, misalnya dorongan seksual hipoaktif dan ketidaksenangan terhadap aktivitas seksual.

- Gangguan bangkitan seksual, yaitu pelendiran vagina yang kurang meskipun sudah dalam keadaan cukup terangsang.

- Tidak bisa atau sulit untuk mencapai orgasme saat berhubungan seksual.

- Rasa sakit atau tidak nyaman di kelamin dan sekitarnya setiap kali berhubungan seksual.

2. Pada pria:

- Gangguan dorongan seksual, misalnya akibat penyakit fisik atau psikis.

- Disfungsi ereksi, misalnya karena menderita diabetes melitus.

- Gangguan ejakulasi, yaitu ejakulasi dini atau justru ejakulasi yang terhambat.

- Gangguan orgasme, yaitu tidak bisa merasakan orgasme.

Berikut beberapa kiat mencegah gangguan fungsi seksual yang ditawarkan Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, Sp.And:
  1. Selalu ingat bahwa kehidupan seksual adalah milik bersama dan dibina bersama pasangan.
  2. Bersikap dan bicaralah secara terbuka apa adanya.
  3. Jaga kesehatan tubuh dan jiwa.
  4. Hindari gaya hidup tak sehat, misalnya rokok, stres, kurang tidur, pola makan tidak baik, dan tidak berolahraga.
  5. Jangan tergoda untuk menggunakan obat/ramuan yang tidak jelas isi dan indikasinya.
  6. Jagalah keseimbangan antara kesibukan dan rileksasi.
  7. Selalu usahakan untuk memiliki waktu khusus hanya berdua bersama pasangan.
  8. Jangan melakukan hubungan seksual sebagai hal yang rutin.
Semoga dengan paparan diatas dapat dijadikan sebagai referensi dalam membangun keluarga yang harmonis, bahagia dan sejahtera lahir dan batin, dunia dan akhirat. amin

READ MORE - Inilah Perbedaan Orgasme Pria dan Wanita

Men Fake Orgasm, Too

Women aren't the only ones who feign pleasure in bed, according to a new study. Men fake orgasm, too.

In a study of more than 200 college students, 25 percent of men and half of the women reported that they'd acted out an orgasm during sexual activity. The biggest motivation to fake it? Wanting sex to end without the awkwardness of hurting their partner's feelings.

The research is published in the November issue of the Journal of Sex Research.

Acting out orgasms

Studies have consistently shown that between half and two-thirds of women have faked orgasm at some point. But because it's tougher for men to fake ejaculation than it is for women to fake a few moans, few researchers had looked at men's rates of artificial orgasm.

The new study, carried out by psychologists at the University of Kansas, asked 180 college-age men and 101 college-age women questions about their sexual histories. Each participant was asked whether they had ever pretended to have an orgasm. To catch those who might be ashamed to admit their deceit, the participants were also asked whether they'd "done something similar" to pretending to orgasm.

Almost 100 percent of those surveyed had experienced some sort of partnered sexual stimulation, whether manual or oral. Just under 70 percent of the women and 85 percent of the men reported penile-vaginal intercourse.

Intercourse turned out to be a major predictor of whether someone had faked it. About 10 percent of men and 19 percent of women who'd had sexual encounters but not intercourse had faked orgasms, compared with 28 percent of men and 67 percent of women who'd had penile-vaginal intercourse. Pretenders tended to be more sexually experienced, and were more likely to have had an orgasm at some point, either through masturbation or intercourse.

Penile-vaginal intercourse was also the most likely type of sex to trigger orgasmic acting. Of those who specified the type of sex during which they faked an orgasm, 86 percent of men and 82 percent of women reported intercourse.

The reason may be that people expect orgasm during intercourse, the authors wrote. Several men in the study reported faking an orgasm because they had no other way to end a sexual encounter without awkwardness.

Why fake?

For men, the most common reasons for faking it were that orgasm was unlikely or taking too long and that they wanted sex to end. Four-fifths of women reported they faked it to avoid negative consequences, like hurting their partner's feelings. Half of men reported the same motivation.

The participants who faked shared a common sexual "script," the authors wrote, in which both genders feel pressure to orgasm during intercourse, with the woman orgasming first. In some cases, people are so wedded to this script they pass up the chance to orgasm for real in order to fake orgasm at the "right" time. The study found that 20 percent of the women pretended to orgasm because their partner seemed about to.

"Some of the women wrote that they actually could have orgasmed, but they chose a pretend orgasm in the right sequence - before or during the man's orgasm - rather than an actual orgasm in the wrong sequence," the authors wrote.

These sexual scripts put undue pressure on both genders, said Carol Ellison, the author of "Women's Sexualities: Generations of Women Share Intimate Secrets of Sexual Self-Acceptance" (New Harbinger, 2000).

"When sex is a performance, and when sex has performance goals - erection, intercourse, orgasms - it's problematic," Ellison, who was not involved in the research, told LiveScience. Ellison argues that sexual success should be redefined as anything that makes you feel good about yourself, good about your partner and as something that enhances your relationship.

"If you change the goal of sex to creating mutual pleasure and finding all the different ways to create pleasure... you'll learn a lot more about sexual responsiveness," she said. "Sex will be a whole different experience." ( LiveScience.com )

READ MORE - Men Fake Orgasm, Too

Cari Tahu Mengapa Perempuan Sulit Orgasme!

Mengapa Perempuan Sulit Orgasme ?!. Berdasarkan penelitian, sekitar 12 persen perempuan tidak pernah mencapai klimaks dalam hidupnya dan 75 persen tidak orgasme (orgasme belum tentu mencapai klimaks). Statistik tersebut tentunya cukup mencengangkan. Lantas, apa penyebabnya?

Banyak faktor yang menyebabkan perempuan tidak merasakan orgasme dalam berhungan seks dengan pasangan. Detikhot kutip dari BBC News, Jumat (6/11/2009), menurut seorang Psychosexual Therapist, Paula Hall, ada tiga faktor penyebab, yakni faktor fisik, medis dan psikologis.

Faktor fisik

Penyebab yang paling sering adalah tidak tersentuhnya klitoris saat berhubungan intim. Padahal sebenarnya sebagian besar perempuan membutuhkan sentuhan langsung untuk merasakan orgasme.

Penyebab lainnya adalah kelelahan atau dalam keadaan sakit. Tubuh perempuan tidak dapat dipaksakan untuk berhubungan.

Faktor Medis

Beberapa penyakit dapat membuat perempuan sulit merasakan orgasme. Penyakit-penyakit seperti vaskular, neurologis atau kekurangan hormon kerap menjadi faktor medis susahnya mencapai orgasme.

Efek samping dari obat tertentu juga dapat menyebabkan perempuan tidak orgasme. Selain itu, operasi panggul juga dapat merusak saraf, sehingga perempuan susah untuk terangsang. Kalau hal-hal di atas terjadi, sebaiknya berkonsultasi langsung dengan dokter Anda.

Faktor Psikologis

Dalam faktor psikologis, cara menanggulanginya terbilang gampang-gampang susah. Faktor psikologis penyebabnya ada di dalam pikiran, sehingga Anda tidak dapat fokus dalam 'permainan'.

Kekhawatiran karena takut terdengar anak, kurang percaya diri pada bentuk tubuh, atau tidak merasa nyaman dengan tempat bercinta menjadi contoh penyebab sulitnya perempuan merasakan orgasme karena faktor psikologis. [ detikcom ]

READ MORE - Cari Tahu Mengapa Perempuan Sulit Orgasme!

Pelajari Tekhnik Menunda Orgasme Untuk Pria Berikut Ini

Saat di ranjang, pria ingin selalu buru-buru menuntaskan ajang pergumulan. Padahal, pemanasan seks (foreplay) sangat dibutuhkan untuk meningkatkan gairah seks pasangan.

Begitu informasi yang dikutip dari buku berjudul "Secret of Better Sex" karya Joel D Block PhD. Joel mengungkapkan, untuk melakukan foreplay secara benar, ada empat petunjuk yang harus dilakukan bagi setiap pasangan, seperti:

Ingatlah bahwa seks dimulai di otak

Anda bisa mengirimkan sinyal ajakan berhubungan seksual. Bisa melalui simbol gambar atau simbol lain yang mudah diingat pasangan. Misalnya, Anda mengirimkan setangkai mawar merah ke kantor pasangan.

Perhatikan detail romantis jelang hubungan seksual

Anda perlu menyiapkan suasana yang sedikit romantis. Pastikan rungan cukup hangat, pencahayaan tepat, bau ruangan wangi, serta menyiapkan pakaian dalam yang merangsang.

Lakukan perlahan-lahan

Anda bisa melakukan aksi percintaan secara beruntun. Mulailah dengan mengecup bibirnya terlebih dahulu, baru ke bagian tubuh lainnya. Jadi jangan langsung ke area G-spot.

Perhatikan zona erotis lain

Ada banyak zona erotis, misalnya puting, telinga, leher, dan sebagainya. 
(okezone.com )

READ MORE - Pelajari Tekhnik Menunda Orgasme Untuk Pria Berikut Ini

Bagaimana Jika Viagra Tak Membantu ?

Kehadiran Viagra 25 tahun lalu seolah menjadi solusi ajaib untuk permasalahan yang umum dialami pria. Cukup minum pil dan seketika seorang pria tak lagi mengalami disfungsi ereksi.

Meskipun obat ikonik ini tetap menjadi salah satu obat resep yang paling populer di dunia, banyak orang menemukan pil ini sering tidak memenuhi janji-janji yang dibuat dalam iklannya.

"Kami menemukan fakta Viagra adalah seperti obat-obatan lain. Beberapa pasien lebih baik setelah menggunakan pil itu daripada yang lain," kata John Wheeler, MD, ahli urologi di Loyola University Medical Center, kepada Newsmaxhealth.

Meskipun produsen obat disfungsi ereksi (termasuk Viagra, Cialis, dan Levitra) mengatakan, produk mereka efektif sebanyak 75 hingga 85 persen, sebuah studi independen menunjukkan angka yang didapat cenderung dalam kisaran 50 sampai 60 persen saja.

Viagra bekerja dengan meningkatkan aliran darah ke alat vital pria penderita disfungsi ereksi yang disebabkan oleh kondisi kesehatan seperti diabetes, penyakit jantung koroner, dan tekanan darah tinggi. Kadang-kadang pil ini tidak efektif karena tubuh seorang pria menolaknya.

"Sangat umum bagi tubuh untuk membangun pertahanan terhadap obat, sehingga dibutuhkan lebih banyak waktu untuk membuatnya efektif," papar Dr Wheeler.

Beberapa pria juga tidak dapat menggunakan obat disfungsi ereksi karena kondisi medis tertentu, seperti penyakit jantung, serangan jantung, stroke, irama jantung tidak teratur, tekanan darah tinggi atau rendah yang tidak terkontrol, hati yang parah, penyakit ginjal, atau masalah mata (retinitis pigmentosa).

Berikut adalah langkah-langkah yang direkomendasikan Dr Wheeler jika Viagra tidak bekerja:

Pastikan bahwa Anda mengonsumsi Viagra untuk mengatasi masalah disfungsi ereksi

Viagra tidak akan bekerja jika digunakan untuk mengatasi berkurangnya hasrat seksual. Jika Anda merasa kurang bergairah, mungkin permasalahan terletak pada rendahnya kadar testosteron. Dokter dapat memberikan tes darah sederhana untuk hormon ini.

Pastikan Anda mendapatkan obat yang asli

Cara terbaik untuk menghindari Viagra palsu adalah dengan membeli atau memesan hanya dari apotek berlisensi.

Coba salah satu pesaing Viagra, seperti Cialis dan Levitra

Obat ini bekerja dengan mekanisme yang sedikit berbeda. "Beberapa obat disfungsi ereksi bekerja lebih baik untuk beberapa orang dibandingkan yang lain," ujar Dr Wheeler. Cara ini juga cukup membantu jika tubuh melakukan penolakan obat.

Berhenti merokok

Nikotin merupakan vasokonstrikto, yang menghambat aliran darah ke semua organ, termasuk alat kelamin. "Jika pria muda menyadari bahwa mereka akan kehilangan ereksi ketika usia beranjak tua, mereka tidak akan pernah mulai merokok," ungkap Dr Wheeler.

Ketahui penyebab disfungsi ereksi

Penyebab yang mendasari disfungsi ereksi seperti diabetes, penyakit jantung, atau kolesterol tinggi, mungkin memerlukan perawatan yang lebih intensif.

Jangan terburu-buru

Sebuah fakta yang sering dilupakan: obat disfungsi ereksi bekerja bersamaan dengan gairah seksual. Foreplay lebih lama dapat membantu obat tersebut bekerja optimal. "Istri bisa membantu suami melakukan hal ini, dan mereka biasanya sangat senang untuk membantu," tutur Dr Wheeler.

Jangan putus asa

Jika obat disfungsi ereksi tidak bekerja, ada alternatif lain berupa peralatan medis dan obat suntik. "Beberapa di antaranya mungkin tampak menghambat spontanitas, tetapi orang-orang yang menggunakannya menemukan bahwa obat itu bekerja sangat baik," pungkas Dr Wheeler.

READ MORE - Bagaimana Jika Viagra Tak Membantu ?

Pria Juga Bisa Berpura-Pura Orgasme. Ini Tanda - Tandanya

Mungkin Anda belum tahu, atau tidak menyadari, bahwa sebagian pria ternyata juga mengalami kesulitan orgasme. Jika wanita biasanya berpura-pura mencapai orgasme untuk berbagai alasan (yang utama agar tidak melukai hati pasangan), pria pun demikian. 

Alasan yang paling sering dilontarkan adalah bahwa pria seharusnya mampu mencapai orgasme kapan pun, di mana pun, dan dalam kondisi apa pun. Padahal, anggapan seperti ini tidak selamanya benar. Pria juga bisa sulit mendapatkan orgasmenya jika kelelahan, stres, bosan dengan posisi yang itu-itu saja, kondom membuatnya tidak nyaman, atau hari itu juga sudah mengalami klimaksnya. Jika ini yang terjadi, pria pun memilih untuk berpura-pura saja.

Memang, seharusnya pria mau menunda sesi bercinta, atau menyampaikan kepada pasangannya apa yang dirasakannya. Namun kadang-kadang, situasinya memang tidak memungkinkan untuk membahas hal seperti ini. Akhirnya, pria ataupun wanita akan terus berpura-pura telah mencapai puncak. Nah, bila hal-hal berikut ini Anda alami, kemungkinan si dia adalah salah satu pria yang kerap berpura-pura itu. Apa pun yang menjadi alasannya, sebaiknya Anda tidak langsung membombardirnya dengan pertanyaan yang menyudutkan.

1. Hal yang paling mudah diamati adalah ekspresinya karena kepura-puraan ini membutuhkan kemampuan akting yang hebat. Amati, apakah deru napasnya sekencang biasanya, erangannya ketika mencapai puncak memiliki "tone" yang sama atau justru berlebihan, dan ekspresi wajahnya bukan terlihat seperti sedang berkonsentrasi dengan perasaannya (melainkan pada reaksi Anda).

2. Biasanya Anda menerapkan posisi missionary saat Anda dan si dia ingin mendapatkan orgasme bersama-sama karena ingin saling menatap dan menyaksikan ekspresi masing-masing. Namun, kali ini ia berpindah dari arah belakang Anda. Ia tahu bahwa Anda akan mengenali ketika ekspresinya ketika orgasme tidak konsisten. Jadi, posisi doggy style atau posisi apa pun yang membuat Anda tak harus saling menatap akan membuatnya mampu menyembunyikan kepura-puraannya.

3. Seusai orgasme, ia buru-buru melepas kondomnya, lalu membungkusnya dengan tisu sebelum membuangnya ke tempat sampah. Dengan demikian, Anda tak akan melihat bahwa kondom itu sebenarnya masih bersih.

4. Biasanya ia akan berbalik dan langsung jatuh tertidur seusai orgasme. Namun kali ini, ia memeluk Anda dengan erat. Hati-hati, ini bukan karena ia tiba-tiba merasa begitu sayang pada Anda. Melakukan sesuatu yang berbeda setelah sesi bercinta bisa berarti ia tidak mengalami momen pasca-orgasme yang normal sehingga ia melakukan apa yang seharusnya ia lakukan pada Anda. Padahal, hal ini justru menunjukkan tingkah yang tidak normal.

Jika Anda menyadari bahwa si dia berpura-pura, dan ingin membicarakannya, sampaikan dengan hati-hati. Orgasme adalah momen paling intim dalam hubungan Anda karena itu jangan sampai si dia merasa harus membela diri. Marah atau menuduhnya tidak akan menghasilkan dialog yang produktif, dan bahkan akan menjauhkan Anda darinya. Anda bisa mencoba mengatakan, "Sayang, kok tadi kamu beda, ya?" Atau, "Bagaimana tadi? Rasanya ada yang enggak kayak biasanya, ya? Mau dibicarain, enggak?" Kuncinya adalah mengatakannya seolah hal itu bukan masalah besar bagi Anda. Namun, Anda menyediakan kesempatan untuk membahasnya. 

READ MORE - Pria Juga Bisa Berpura-Pura Orgasme. Ini Tanda - Tandanya

Bersin Ketika Orgasme. Kok Bisa ?

Bagi kebanyakan orang, orgasme merupakan suatu hal yang sangat didambakan ketika berhubungan intim karena memberikan puncak kepuasan secara lahir dan batin. Akan tetapi, ternyata tidak semua orang merasakan ''the big O'' sebagai suatu kenikmatan. Sebagian orang justru mengasosiasikan orgasme sebagai sebuah ''siksaan'' karena mengalami sejumlah gejala berikut ini:

1. Sakit kepala

Kebanyakan orang mungkin menganggap seks sebagai obat penghilang rasa sakit terbaik. Akan tetapi, sekitar 1% penderita migrain mengalami sakit kepala akut selama orgasme. Coital celphalgia atau sakit kepala yang diasosiasikan dengan rangsangan seksual dan orgasme, lazimnya dialami laki-laki dibandingkan perempuan.

Biasanya, gejala tersebut muncul secara tiba-tiba tepat sebelum, selama, dan setelah orgasme saat berhubungan intim dengan pasangan, atau ketika bermasturbasi. Penderita biasanya merasakan sakit kepala hebat yang dapat bertahan hingga 24 jam, bahkan ada pula yang disertai dengan mual dan muntah.

Penderita masalah tersebut sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter supaya diberikan resep betablocker atau indomethacin dan obat analgetik lain untuk diminum satu sampai dua jam sebelum berhubungan seksual.Namun masalahnya, rangsangan seksual tidak bisa menunggu eksekusi satu hingga dua jam bukan?

2. Alergi sperma

Sejumlah perempuan kemungkinan memiliki alergi terhadap hubungan intim. Kondisi sedikit langka yang disebut dengan alergi semen (sperma) ini, membuat penderitanya mengalami sejumlah gejala seperti gatal-gatal dan sensasi panas terbakar di area intim, pembengkakan di area intim, dan terkadang mengalami sesak nafas.

Hampir setengah perempuan penderita alergi sperma mengalami reaksi alergi selama berhubungan seks di kali pertama, dan kondisi tersebut dapat terus memburuk. Meskipun demikian, agak sulit membedakan antara alergi sperma dengan alergi karena infeksi.

Yang lebih menarik, para ahli menyebutkan obat terbaik untuk menyembuhkan alergi ini adalah dengan meningkatkan frekuensi hubungan seksual dengan pasangan, tentunya dengan persetujuan dokter. Perawatan untuk alergi sperma disebut intravaginal seminal graded challenge, di mana penderita diberikan dosis kecil sperma pasangan ke vaginanya. Terapi ini juga diikuti dengan frekuensi hubungan intim dua sampai tiga kali dalam seminggu.

3. Buang air kecil

Banyak perempuan merasa malu menyadari dirinya buang air kecil ketika berhubungan intim. Padahal kondisi tersebut bukan tak lazim, sebab selama orgasme otot di sekitar kandung kemih dan area genital mengalami kontraksi dan wajar jika air seni turut keluar karena Anda terlalu berkonsentrasi pada hubungan intim.

Gejala buang air kecil ketika berhubungan intim diasosiasikan dengan iritasi kandung kemih dan lemahnya otot lantai pelvis. Akan tetapi, tidak sedikit yang salah membedakan gejala ini dengan ejakulasi, di mana perempuan mengeluarkan cairan bening akibat stimulasi pada G-spot. Ejakulasi pada perempuan merupakan hal yang normal sehingga tidak perlu dilakukan tindakan preventif.

Sementara itu, jika berhadapan dengan masalah buang air kecil saat berhubungan intim, salah satu cara mengatasinya adalah memperkuat otot pelvis dengan latihan Kegel. Selain itu, membatasi konsumsi cairan dan pergi ke toilet sebelum berhubungan intim juga merupakan tindakan preventif. Dokter biasanya akan memberikan resep otybutynin atau obat-obatan lain untuk mengatasi masalah kandung kemih yang terlampau aktif.

4. Bersin

Salah satu reaksi yang paling mengganggu saat berhubungan intim adalah bersin yang timbul secara tiba-tiba dan berulang kali tepat setelah orgasme. Ada beberapa hal yang diperkirakan menjadi penyebab gejala ini. Pertama, akibat meningkatnya aliran darah di dalam tubuh, atau sebagai reaksi iritasi eksternal. Selain itu, para ahli juga menemukan fakta bahwa bersin merupakan pertanda rangsangan serta pikiran seksual.

Perawatan yang dapat dilakukan untuk mencegah bersin selama berhubungan intim yakni dengan mengonsumsi obat-obatan nasal decongestant sebelum berhubungan intim.

5. Sakit perut

Orgasme juga dapat menimbulkan gejala tidak menyenangkan berupa rasa sakit pada perut. Jika rasa sakit itu muncul kadang-kadang dan Anda tidak menunjukkan gejala lainnya, maka rasa sakit itu akan segera lenyap setelah beberapa saat. Gejala tersebut muncul akibat kontraksi otot di area lantai pelvis yang juga terasa pada perut bagian bawah.

Kemungkinan lain yang menjadi penyebabnya adalah kegagalan mencapai orgasme. Selama menerima rangsangan seksual, darah yang mengalir di lantai pelvis meningkat. Jika Anda tidak mencapai orgasme, maka pelvis mengalami kemampatan sehingga memicu rasa tidak nyaman pada perut bagian bawah.

Akan tetapi, jika mengalami sakit perut akut disertai sensasi terbakar dan gejala-gejala mencurigakan lainnya, lebih baik segera memeriksakan diri ke dokter. [ mediaindonesia.com ]

READ MORE - Bersin Ketika Orgasme. Kok Bisa ?

Beginilah Cara Mengenali Pura-Pura Orgasme Pada Pria

Beginilah Cara Mengenali Pura-Pura Orgasme Pada Pria. Mungkin Anda belum tahu, atau tidak menyadari, bahwa sebagian pria ternyata juga mengalami kesulitan orgasme. Dari survei yang dilakukan terdapat, 23 persen pria berpura-pura orgasme saat berhubungan dengan pasangannya. 

Jika wanita biasanya berpura-pura mencapai orgasme untuk berbagai alasan (yang utama agar tidak melukai hati pasangan), pria pun demikian. 

Alasan yang paling sering dilontarkan adalah bahwa pria seharusnya mampu mencapai orgasme kapan pun, di mana pun, dan dalam kondisi apa pun. Padahal, anggapan seperti ini tidak selamanya benar. 

Pria juga bisa sulit mendapatkan orgasmenya jika kelelahan, stres, bosan dengan posisi yang itu-itu saja, kondom membuatnya tidak nyaman, atau hari itu juga sudah mengalami klimaksnya. Jika ini yang terjadi, pria pun memilih untuk berpura-pura saja.

Memang, seharusnya pria mau menunda sesi bercinta, atau menyampaikan kepada pasangannya apa yang dirasakannya. Namun kadang-kadang, situasinya memang tidak memungkinkan untuk membahas hal seperti ini. Akhirnya, pria ataupun wanita akan terus berpura-pura telah mencapai puncak. 

Nah, bila hal-hal berikut ini Anda alami, kemungkinan si dia adalah salah satu pria yang kerap berpura-pura itu. Apa pun yang menjadi alasannya, sebaiknya Anda tidak langsung membombardirnya dengan pertanyaan yang menyudutkan.

1. Hal yang paling mudah diamati adalah ekspresinya karena kepura-puraan ini membutuhkan kemampuan akting yang hebat. Amati, apakah deru napasnya sekencang biasanya, erangannya ketika mencapai puncak memiliki "tone" yang sama atau justru berlebihan, dan ekspresi wajahnya bukan terlihat seperti sedang berkonsentrasi dengan perasaannya (melainkan pada reaksi Anda).

2. Biasanya Anda menerapkan posisi missionary saat Anda dan si dia ingin mendapatkan orgasme bersama-sama karena ingin saling menatap dan menyaksikan ekspresi masing-masing. Namun, kali ini ia berpindah dari arah belakang Anda. Ia tahu bahwa Anda akan mengenali ketika ekspresinya ketika orgasme tidak konsisten. Jadi, posisi doggy style atau posisi apa pun yang membuat Anda tak harus saling menatap akan membuatnya mampu menyembunyikan kepura-puraannya.

3. Seusai orgasme, ia buru-buru melepas kondomnya, lalu membungkusnya dengan tisu sebelum membuangnya ke tempat sampah. Dengan demikian, Anda tak akan melihat bahwa kondom itu sebenarnya masih bersih.

4. Biasanya ia akan berbalik dan langsung jatuh tertidur seusai orgasme. Namun kali ini, ia memeluk Anda dengan erat. Hati-hati, ini bukan karena ia tiba-tiba merasa begitu sayang pada Anda. Melakukan sesuatu yang berbeda setelah sesi bercinta bisa berarti ia tidak mengalami momen pasca-orgasme yang normal sehingga ia melakukan apa yang seharusnya ia lakukan pada Anda. Padahal, hal ini justru menunjukkan tingkah yang tidak normal.

Jika Anda menyadari bahwa si dia berpura-pura, dan ingin membicarakannya, sampaikan dengan hati-hati. Orgasme adalah momen paling intim dalam hubungan Anda karena itu jangan sampai si dia merasa harus membela diri. Marah atau menuduhnya tidak akan menghasilkan dialog yang produktif, dan bahkan akan menjauhkan Anda darinya. Anda bisa mencoba mengatakan, "Sayang, kok tadi kamu beda, ya?" Atau, "Bagaimana tadi? Rasanya ada yang enggak kayak biasanya, ya? Mau dibicarain, enggak?" Kuncinya adalah mengatakannya seolah hal itu bukan masalah besar bagi Anda. Namun, Anda menyediakan kesempatan untuk membahasnya. [ kompas.com ]

READ MORE - Beginilah Cara Mengenali Pura-Pura Orgasme Pada Pria

Mengenal Orgasme Pria dan Orgasme Wanita

Mengenal Orgasme Pria dan Orgasme Wanita. Orgasme adalah titik puncak kenikmatan dalam berhubungan seksual yang berkaitan dengan sisi psikologis dan syaraf manusia. Orgasme pada pria biasanya terjadi dalam waktu yang relatif lebih lama, baik dalam pencapaiannya maupun pengakhirannya, jika dibandingkan dengan orgasme wanita. Oleh karena itu, wanita cenderung mampu memiliki orgasme lebih dari satu kali dalam satu kegiatan seksual..

Nah berikut ini dapat dilihat dan dipelajari seluk-beluk orgasme dalam perbedaan antara pria dan wanita. Siapa yang lebih cepat orgasme? Dia atau kita? Coba cari tahu jawabannya di antara 61 fakta berikut.



  1. Perempuan butuh 20 menit untuk turn-on? Not exactly. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di McGill University, Kanada, gairah kita bisa naik hanya dalam waktu 11-12 menit saja! Wow!
  2. Di Uganda, kaum perempuan dewasa gemar mengolesi area klitoris mereka dengan sejenis ramuan herbal agar penampilannya terlihat lebih 'menggoda'.
  3. Menurut survei yang dilakukan Masters dan Johnson, Amerika, sebanyak 1% perempuan yang jadi obyek penelitian mampu mengalami orgasme berganda yang hanya dipicu oleh rangsangan pada payudara.
  4. Seorang pria menghasilkan 3 juta sel sperma baru setiap 1 jam selama hidupnya.
  5. Kebanyakan pria mengalami 5 orgasme dalam waktu enam menit setelah terjadi penetrasi.
  6. Aroma mirip'cairan pemutih kain' yang berasal dari sperma disebabkan oleh cairan pembunuh kuman alami yang terdapat di dalamnya.
  7. Kondom bisa bertahan selama sebulan dalam dompet sebelum bahan elastisnya menjadi mulur karena terkena suhu tubuh, dan membuatnya mudah sobek.
  8. Perempuan mencapai puncak seksualitasnya pada usia 30-an dan kaum lelaki pada akhir usia belasan.
  9. Rata-rata, kaum lelaki memikirkan seks setiap tujuh menit. Jumlah itu bisa bervariasi tergantung pada usia dan derajat kesibukan sehari-hari.
  10. Manusia dan lumba-lumba adalah dua jenis makhluk hidup yang mampu menjadikan aktivitas seksual sebagai semacam sarana rekreasi, bukan semata-mata kebutuhan untuk berkembang biak.
  11. Meski tidak terlalu direkomendasikan, vaginoplasty adalah jawaban bagi Anda yang terobsesi untuk tetap memiliki selaput dara sebelum menikah.
  12. Memakai dua kondom sekaligus = seks aman? Salah besar! Kedua kondom akan saling bergesekan hingga mengakibatkan keduanya sobek!
  13. Lubang Miss V diciptakan sedemikian lentur dan fleksibel sehinga bisa menerima Mr. P berukuran "extra".
  14. Sejumlah ahli percaya bahwa cairan sperma mengandung sejenis senyawa yang mampu mengubah mood perempuan menjadi lebih baik.
  15. Pupil mata yang membesar adalah tanda alamiah yang mampu memacu gairah bercinta pasangan.
  16. Lubrikasi kurang? Minum saja banyak air putih. Pasalnya, fluktuasi hormon estrogen bisa membuat kadar air di dalam tubuh Anda tidak seimbang. Tubuh yang kekurangan cairan bisa menyebabkan minimnya lubrikasi.
  17. Puting payudara pria juga sensitif, lho! Jadi jangan ragu untuk mengeksplorasi daerah ini kala bercinta.
  18. Orgasme membuat darah mengalir lebih cepat ke seluruh tubuh sehingga bisa memperbaiki metabolisme tubuh dan membuat kulit tampak bercahaya.
  19. Selama melakukan hubungan seks, udara terdesak masuk kedalam Miss V dan menimbulkan suara atau istilah populernya sex-fart.
  20. Siapa bilang mimpi basah hanya dialami pria? Perempuan juga dapat mengalami mimpi erotis seperti lelaki, yang dinamakan sebagai 'orgasme noktural'.
  21. Saat bercinta, tubuh melepaskan hormon endorfin ke dalam aliran darah. Hormon tersebut mampu memicu perasaan gembira dan membuat Anda merasa lebih baik. Itu sebabnya seks bisa menjadi obat manjur untuk mengatasi depresi ringan.
  22. Menurut sejumlah pakar kesehatan, seks adalah obat penenang paling aman di dunia. Khasiat nya bahkan lebih efektif 10 kali lipat dibandingkan bila Anda menenggak Valium.
  23. Aktivitas seksual yang sehat adalah obat anti alergi alami yang mampu meringankan gejala asma melonggarkan hidung yang tersumbat karena flu.
  24. Tubuh yang aktif secara seksual akan memancarkan senyawa pheromone. lni adalah 'parfum alami' pemicu gairah seks yang bisa membuat lawan jenis tertarik pada Anda.
  25. Setelah mencapai klimaks, laki-laki membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk relaks sejenak dan 'bangkit' kembali.
Selanjutnya mari kita lihat beberapa gangguan seksual dan beberapa kiat yang bisa mencegah gannguan seksusl tersebut pada pria dan wanita sebagai berikut :Fungsi seksual, menurut pakar seksologi Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, Sp.And, FAACS dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Bali, dipengaruhi oleh faktor fisik dan psikis. Kalau kedua faktor ini baik, fungsi seksual juga baik.

Yang dimaksud dengan faktor fisik adalah ada tidaknya penyakit, pola hidup sehat, atau ada tidaknya pengobatan yang didapat untuk mendukung fungsi organ tubuh. Sementara itu, faktor psikis misalnya stres, kejenuhan, dan suasana hubungan pribadi dengan pasangan.

Nah, apa saja gangguan seksual yang kerap terjadi?

1. Pada wanita:


- Gangguan dorongan seksual, misalnya dorongan seksual hipoaktif dan ketidaksenangan terhadap aktivitas seksual.
- Gangguan bangkitan seksual, yaitu pelendiran vagina yang kurang meskipun sudah dalam keadaan cukup terangsang.
- Tidak bisa atau sulit untuk mencapai orgasme saat berhubungan seksual.
- Rasa sakit atau tidak nyaman di kelamin dan sekitarnya setiap kali berhubungan seksual.

2. Pada pria:


- Gangguan dorongan seksual, misalnya akibat penyakit fisik atau psikis.

- Disfungsi ereksi, misalnya karena menderita diabetes melitus.

- Gangguan ejakulasi, yaitu ejakulasi dini atau justru ejakulasi yang terhambat.

- Gangguan orgasme, yaitu tidak bisa merasakan orgasme.

Berikut beberapa kiat mencegah gangguan fungsi seksual yang ditawarkan Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, Sp.And:


  1. Selalu ingat bahwa kehidupan seksual adalah milik bersama dan dibina bersama pasangan.
  2. Bersikap dan bicaralah secara terbuka apa adanya.
  3. Jaga kesehatan tubuh dan jiwa.
  4. Hindari gaya hidup tak sehat, misalnya rokok, stres, kurang tidur, pola makan tidak baik, dan tidak berolahraga.
  5. Jangan tergoda untuk menggunakan obat/ramuan yang tidak jelas isi dan indikasinya.
  6. Jagalah keseimbangan antara kesibukan dan rileksasi.
  7. Selalu usahakan untuk memiliki waktu khusus hanya berdua bersama pasangan.
  8. Jangan melakukan hubungan seksual sebagai hal yang rutin.
Semoga dengan paparan diatas dapat dijadikan sebagai referensi dalam membangun keluarga yang harmonis, bahagia dan sejahtera lahir dan batin, dunia dan akhirat. amin

READ MORE - Mengenal Orgasme Pria dan Orgasme Wanita

Rangsangan Klitoris Memaksimalkan Orgasme

Rangsangan Klitoris Memaksimalkan Orgasme. Entah alasan apa yang mendasari mengapa klitoris adalah bagian paling nikmat bagi wanita. Anda sendirilah yang bisa merasakannya. Karena klitoris lebih mudah ditemukan, orgasme wanita sering kali lebih mudah diraih lewat rangsangan klitoral.

Merangsang area klitoris terasa sangat fantastik, tapi itu hanya terasa di awalnya. Jika Anda tidak memvariasikan teknik yang dilancarkan, hasilnya justru hanya akan membuat pasangan kesakitan atau nyeri. Tentu tak ada yang lebih baik dalam hal mengendalikan keliaran pasangan dengan kenikmatan yang luar biasa.

Jika Anda ingin "menggoyang" dunianya, beraksilah dengan teknik rangsangan klitoral. Teknik rangsangan klitoral patut dicoba. Pastikan pasangan akan memintanya lagi dan lagi. Berikut ini seperti dilansir Askmen.

Pijatan Sexy Circle

Duduklah dengan posisi membelakangi pasangan. Minta pasangan untuk menekuk lututnya. Kemudian, gunakan jari jemari Anda untuk memberinya pijatan lembut di area klitoris. Lakukan hingga tubuhnya terangsang dan dia menggeliat di lengan Anda.

Pastikan Anda melakukannya dengan lambat dan penuh arti, dalam sebuah gerakan sexy circle. Coba untuk tidak menekannya terlalu keras, kecuali jika ia yang meminta.

Jika Anda ingin menambahkan sedikit variasi, bisa juga dalam posisi tubuh saling bersebelahan atau dalam posisi diagonal. Teknik ini akan merangsang birahi wanita dengan maksimal. Anda bisa melihat hasilnya pada reaksi yang ia tunjukkan.

Tip: jangan gunakan lidah Anda untuk membasahi jari jemari. Sebab, cairan saliva pasangan akan berhasil dirangsang lewat gerakan yang terus-menerus. Jika dia sudah benar-benar turn on, jari-jemari Anda akan basah dengan lubrikan yang mengalir dari organ intimnya.

Rangsangan Ganda 

Teknik ini merupakan teknik yang fantastik dalam merangsang area klitoris, tapi harus dilakukan dengan penuh kendali. Posisi terbaik untuk melancarkan teknik ini adalah minta pasangan berbaring telentang, sementara Anda berbaring di sampingnya.

Gunakan satu atau dua buah jari Anda untuk memberinya pijatan lembut seperti diterangkan di atas. Lanjutkan pijatan hingga organ intim pasangan benar-benar "basah".

Lakukan perlahan agar ia tak kesakitan. Saat dia sudah lebih nyaman dengan aksi Anda, tempatkan pula ibu jari Anda di area klitorisnya dan mulailah memijat di sekitar daerah ini. Kombinasi antara rangsangan klitoris dan rangsangan Miss V akan menggandakan kenikmatan yang ia rasakan. Bahkan memberinya orgasme yang sangat unik.

Tip: jika jari-jari Anda tidak cukup panjang untuk bisa merangsang area klitorisnya, jangan khawatir. Rangsangan utama tidak melulu harus berupa rangsangan klitoral.

Klitoris bukanlah area tersembunyi yang susah dijangkau. Banyak pria dapat membuat wanita orgasme dengan teknik rangsangan klitoral yang tepat. Yang harus Anda lakukan adalah bersabar, luangkan waktu sebanyak mungkin untuk melancarkan aksi ini, dan beri kesempatan bagi pasangan untuk benar-benar turn on. Mulailah dengan gerakan kecil dan serangan lembut.

Posisi dan Gaya

Saat rasa bosan terhadap gaya seks yang itu-itu saja hinggap di dalam diri, tentu akan membuat ajang bercinta terasa menjemukan.

Padahal umumnya pria tak hanya ingin menyelesaikan sebuah pergumulan hingga babak terakhir, mereka pun ingin menjadi Master. Bahkan demi memenangkan sebuah "pertempuran", kaum adam sering mempraktikkan posisi idaman untuk menaklukkan pasangannya di ranjang.

Nah untuk membunuh rasa bosan tersebut, sebaiknya ubah gaya bercinta dengan posisi idaman bercinta pria seperti dilansir Askmen berikut: 

Posisi Cowgirl

Meski termasuk dalam permainan klasik, namun di alam bawah sadarnya, posisi yang satu ini tetap menggoda kaum pria.

Posisi cowgirl memang dapat memberikan kenikmatan yang luar biasa untuk pria. Sebab dalam posisi ini wanita harus menggerakkan pinggulnya saat penetrasi, seperti gerakan menunggang kuda.

Dalam posisi ini, wanita banyak memegang kendali. Wanita berada di atas tubuh pasangannya dalam posisi duduk tanpa melihat wajah pasangannya. Karena itu, kursi dapat digunakan sebagai alat bantu untuk menerapkan gaya yang satu ini.

Bahkan bagi Anda yang tengah berbadan dua, posisi ini sangat aman untuk diterapkan dan paling cocok untuk dinikmati saat kendungan telah memasuki usia empat hingga 6 bulan.

Bunga Teratai ala Kamasutra

Sama seperti cowgirl, posisi ini menjadi wajib dalam kamus percintaan kaum pria. Meski terdiri dari berabagai gaya dan variasi yang berbeda, namun tetap memberikan sensasi kenikmatan yang tiada tara.

Semisal, posisi tekukan teratai. Posisi ini menuntut wanita untuk menekuk lututnya sehingga kedua paha dan betisnya menyatu, lalu ubah posisi dengan berbaring menyamping. Sementara itu para pria berperan aktif dari posisi yang paling mudah.

Bercinta dalam posisi ini disebut dengan bercinta tingkat tinggi karena selain sulit melakukannya, diperlukan latihan ekstra keras untuk menimbulkan kenikmatan seksual.

Doggy Style

Pria memenag lebih menyukai cara-cara yang luar biasa untuk mengekspresikan rasa cinta dan sayang. Dengan berbagai teknik yang berbeda dan lain daripada biasanya, semisal doggy style, dapat memberikan warna dalam sebuah sensasi kenikmatan bercinta.

Dalam posisi ini pria mengambil tempat di belakang tubuh wanita. Diiringi serangkaian dirty talk akan menyihir suasana terasa lebih bergelora. Penetrasi dengan posisi ini memungkinkan dilakukan dengan lebih mendalam, dan rangsangan yang tak terhindarkan pada klitoris memberikan kepuasan lebih. ( okezone.com )

READ MORE - Rangsangan Klitoris Memaksimalkan Orgasme